BBCA, BMRI, BBNI, BNGA, NISP
Bank fundamentals, valuation bands, and actionable analysis.
Analisis kelima emiten bank portofolio berdasarkan laporan bulanan individual Agustus 2026 dengan pembanding Agustus 2025, valuasi tiga tahun, serta kualitas aset 1H26.
NISP / OCBC Indonesia · 1H26
All five banks through August
Stale or non-comparable ratios are not carried forward
P/E Ratio Band and P/BV Band
Pilih masing-masing emiten atau agregat portofolio. Bobot agregat mengikuti market value harian dari jumlah saham pada portofolio Anda.
P/E Ratio Band · annual earnings basis
P/BV Band · year-end equity basis
Loans and year-to-date net profit
Loans · Rp trillion
YTD net profit · Rp trillion
Underlying bank-individual series
| Bank | Metric | Jan | Feb | Mar | Apr | May | Jun | Jul | Aug |
|---|
BBCA: laba Agustus menguat dan CASA naik, sementara pertumbuhan NII masih tertinggal dari kredit.
Basis bank individual: posisi 31 Agustus 2026 vs 31 Agustus 2025; laba rugi kumulatif Januari–Agustus. Angka kualitas aset 1H26 tetap ditampilkan terpisah.
Laba khusus Agustus membaik. Laba Jan–Agustus Rp40,17 T naik 2,9% YoY. Selisih terhadap seri Juli menghasilkan laba Agustus Rp4,92 T, naik 13,1% dari Rp4,35 T pada Agustus 2025; pertumbuhan laba YTD pun meningkat dari 1,6% pada Juli.
Kredit tumbuh lebih cepat daripada pendapatan bunga bersih. Kredit Rp1.017,71 T naik 10,5% YoY dan 1,68% dari Juli 2026, sedangkan NII hanya naik 1,3%. Fee dan administrasi naik 7,7%, gabungan beban tenaga kerja, promosi, dan beban lainnya naik 4,0%, sementara beban impairment turun 18,6%. Laporan bulanan tidak mengungkap NIM, sehingga penyebab selisih pertumbuhan NII dan kredit belum dapat dipastikan.
Komposisi pendanaan menguat. DPK naik 8,3% YoY dan derived CASA meningkat 1,92 poin persentase ke 85,47%. Karena kredit tumbuh lebih cepat daripada DPK, derived LDR naik dari 79,38% menjadi 80,97%; rasio ini hanya kredit ÷ giro, tabungan, dan deposito, bukan rasio likuiditas regulator.
Kualitas aset Agustus belum dapat disimpulkan dari laporan ini. Beban impairment adalah arus laba rugi YTD, sedangkan CKPN kredit merupakan saldo neraca. Rasio NPL dan LAR Agustus tidak diungkap; panel kualitas aset di bawah tetap memakai periode Juni 2026.
Momentum laba membaik, tetapi konversi pertumbuhan kredit ke NII masih perlu dikonfirmasi. Laporan bulanan ini mendukung pemantauan tren operasional, namun belum cukup untuk menetapkan target harga atau keputusan tambah posisi.
BMRI: laba YTD naik 22,3%, tetapi momentum Agustus melambat dan porsi CASA turun.
Basis bank individual: posisi 31 Agustus 2026 vs 31 Agustus 2025; laba rugi kumulatif Januari–Agustus. Perbandingan bulanan menggunakan seri Juli individual yang tersedia di situs.
Pertumbuhan laba ditopang pendapatan dan pengurangan beban. Laba Jan–Agustus Rp37,49 T naik 22,3% YoY. NII naik 7,2% ke Rp54,84 T dan fee/administrasi naik 22,0% ke Rp15,53 T. Gabungan beban tenaga kerja, promosi, dan beban lainnya turun 9,3% dari Rp31,92 T ke Rp28,94 T; penurunan beban promosi menyumbang Rp1,80 T dari penghematan Rp2,98 T tersebut. Keberlanjutan penurunan beban ini perlu dipantau.
Agustus sendiri tumbuh lebih lambat daripada angka YTD. Selisih laba Jan–Agustus dengan Jan–Juli menghasilkan laba khusus Agustus Rp4,47 T, naik 10,0% dari Rp4,07 T pada Agustus 2025. Pertumbuhan laba YTD melambat dari 24,2% pada Juli menjadi 22,3%. Kredit Rp1.592,20 T masih naik 17,6% YoY, tetapi turun 0,23% dari Juli 2026.
Pendanaan lebih bergantung pada deposito berjangka. DPK naik 17,6% YoY; giro dan tabungan secara nominal naik 8,2%, sedangkan deposito berjangka naik 47,8%. Akibatnya derived CASA turun 6,08 poin persentase dari 76,36% ke 70,28%. Derived LDR sebesar 94,37% hampir sama dengan 94,30% pada Agustus 2025, dan turun dari sekitar 94,76% pada Juli 2026. Rasio ini dihitung sebagai kredit ÷ (giro + tabungan + deposito), bukan ukuran kepatuhan terhadap batas likuiditas regulator.
Beban impairment naik, tetapi kualitas kredit Agustus belum dapat disimpulkan. Beban impairment seluruh aset keuangan naik 23,6% ke Rp5,55 T. Saldo CKPN kredit Rp37,98 T adalah pos neraca yang berbeda dari beban impairment tersebut. Laporan ini tidak mengungkap rasio NPL, LAR, atau NIM Agustus; angka kualitas aset 1H26 di bawah tetap berperiode Juni.
Dividen Kas Mendatang (02 Okt 2026): Bank Mandiri membagikan dividen kas sebesar Rp66 per saham dengan payment date 02 Oktober 2026. Untuk posisi portofolio 392 lot (39.200 lembar), estimasi dividen yang diterima adalah Rp2.587.200 (kontribusi return portofolio +0,32%).
Laba masih tumbuh, dengan momentum yang lebih moderat. Evaluasi laporan berikutnya untuk melihat apakah fee dan pengendalian biaya mampu mempertahankan pertumbuhan laba saat porsi CASA menurun. Laporan bulanan ini belum cukup untuk menetapkan target harga atau keputusan tambah posisi.
BBNI: kredit dan DPK tetap tumbuh tinggi, laba Agustus menguat, tetapi porsi CASA turun.
Basis bank individual: posisi 31 Agustus 2026 vs 31 Agustus 2025; laba rugi kumulatif Januari–Agustus. Angka kualitas aset 1H26 tetap ditampilkan terpisah.
Laba khusus Agustus tumbuh lebih cepat daripada angka YTD. Laba Jan–Agustus Rp14,33 T naik 6,9% YoY. Selisih terhadap seri Juli menghasilkan laba Agustus Rp1,80 T, naik 17,4% dari Rp1,53 T pada Agustus 2025; pertumbuhan laba YTD meningkat dari 5,5% pada Juli.
Kredit tetap ekspansif. Kredit Rp977,17 T naik 27,1% YoY dan 0,75% dari Juli 2026. NII naik 14,3% dan fee/administrasi naik 11,6%, tetapi keduanya tumbuh lebih lambat daripada kredit. Laporan bulanan tidak mengungkap NIM atau pendorong per segmen, sehingga selisih laju pertumbuhan tersebut tidak diberi atribusi yang belum terverifikasi.
DPK mengimbangi ekspansi kredit, namun baurannya bergeser. DPK naik 29,4% YoY, lebih cepat daripada kredit, sehingga derived LDR turun dari 88,43% menjadi 86,88%. CASA nominal naik 16,4%, tetapi deposito berjangka naik 63,7%; akibatnya derived CASA turun 7,27 poin persentase ke 65,33%.
Beban impairment naik sejalan dengan kredit. Beban impairment aset keuangan naik 26,9%, hampir sama dengan pertumbuhan kredit 27,1%, sedangkan saldo CKPN kredit naik 3,4%. Angka ini tidak cukup untuk menyimpulkan tren NPL atau LAR Agustus; panel kualitas aset di bawah tetap memakai periode Juni 2026.
Volume dan laba tumbuh, dengan kualitas pertumbuhan yang masih perlu diuji. DPK yang lebih cepat daripada kredit membantu derived LDR, tetapi pergeseran ke deposito berjangka dan selisih pertumbuhan NII tetap perlu dipantau sebelum menarik kesimpulan investasi.
BNGA: laba Agustus membaik, tetapi laba YTD dan NII masih turun.
Basis bank individual: posisi 31 Agustus 2026 vs 31 Agustus 2025; laba rugi kumulatif Januari–Agustus. Kredit konvensional dan pembiayaan syariah ditampilkan terpisah.
Laba khusus Agustus tumbuh 13,8% YoY. Selisih laba Jan–Agustus terhadap Jan–Juli menghasilkan Rp494,12 miliar, dibanding Rp434,21 miliar pada Agustus 2025. Laba YTD Rp3,95 T masih turun 6,7%, tetapi penurunannya menyempit dari 9,1% pada Juli.
Pertumbuhan total pembiayaan lebih moderat daripada kredit konvensional. Kredit konvensional naik 11,4% YoY ke Rp178,41 T, sedangkan pembiayaan syariah turun 14,7% ke Rp50,03 T. Gabungan keduanya Rp228,44 T tumbuh 4,4% YoY dan turun 0,96% dari Juli 2026. Seri grafik tetap memakai kredit konvensional agar konsisten dengan bulan sebelumnya.
Pendapatan inti masih perlu diperkuat. NII turun 1,3%, fee/administrasi naik 4,4%, gabungan beban tenaga kerja, promosi, dan beban lainnya naik 3,9%, serta beban impairment naik 43,2% ke Rp1,11 T. Kombinasi ini membebani laba YTD; rasio NIM Agustus tidak diungkap dalam laporan.
CASA membaik secara tahunan, tetapi turun dari Juli. DPK naik 1,8% YoY; derived CASA naik dari 69,20% menjadi 72,24%, dibanding sekitar 73,25% pada Juli 2026. Kredit konvensional ÷ DPK sebesar 66,42%; jika pembiayaan syariah ikut dihitung, rasionya 85,05%. Keduanya merupakan perhitungan sederhana, bukan rasio likuiditas regulator.
Penurunan CKPN perlu penjelasan tambahan. Saldo CKPN kredit dan pembiayaan syariah turun 61,1% YoY ke Rp3,85 T, sementara beban impairment YTD naik. Saldo neraca dan beban laba rugi adalah metrik berbeda; dua laporan ini tidak menjelaskan rekonsiliasi perubahan CKPN atau mengungkap NPL/LAR Agustus.
Momentum Agustus membaik, dengan laba YTD yang masih tertekan. Konfirmasi tren NII, impairment, dan kualitas aset pada laporan berikutnya sebelum menyimpulkan bahwa pemulihan sudah berkelanjutan.
OCBC Indonesia: fee dan efisiensi menopang laba, sementara kredit tumbuh lebih cepat daripada DPK.
Basis bank individual: posisi 31 Agustus 2026 vs 31 Agustus 2025; laba rugi kumulatif Januari–Agustus. Kredit konvensional dan pembiayaan syariah ditampilkan terpisah.
Laba masih tumbuh, dengan momentum bulanan yang lebih moderat. Laba Jan–Agustus Rp3,66 T naik 6,6% YoY. Selisih terhadap Jan–Juli menghasilkan laba khusus Agustus Rp448,92 miliar, naik 5,2% dari Rp426,77 miliar pada Agustus 2025. Pertumbuhan laba YTD sedikit melambat dari 6,8% pada Juli.
Fee dan pengendalian biaya membantu menahan kenaikan impairment. NII naik 7,4%, fee/administrasi naik 49,4% ke Rp1,03 T, dan gabungan beban tenaga kerja, promosi, serta beban lainnya turun 3,0%. Sebaliknya, impairment naik 268,5% dari Rp157,95 miliar ke Rp582,06 miliar; keuntungan penjualan aset keuangan juga turun dari Rp547,73 miliar ke Rp87,58 miliar.
Ekspansi kredit melampaui DPK. Kredit konvensional Rp184,98 T naik 18,8% YoY dan 0,94% dari Juli. Pembiayaan syariah turun 11,2% ke Rp5,33 T; gabungan keduanya tumbuh 17,7% YoY. DPK hanya naik 9,4%, sehingga kredit konvensional ÷ DPK naik dari 69,02% ke 74,95%; jika syariah disertakan, rasionya 77,11%. Ini merupakan rasio sederhana, bukan ukuran kepatuhan likuiditas regulator.
CASA membaik YoY, tetapi melemah MoM. Derived CASA naik 1,54 poin persentase dari 55,19% ke 56,74%, lalu turun dibanding sekitar 58,04% pada Juli 2026. Arah tahunan dan bulanan perlu dibedakan; rasio NIM dan biaya dana Agustus tidak diungkap dalam laporan.
Impairment dan CKPN memberi informasi yang berbeda. Saldo CKPN kredit dan syariah Rp7,92 T turun 1,2% YoY meskipun beban impairment meningkat. Laporan ini belum cukup untuk menyimpulkan tren NPL atau LAR Agustus; panel kualitas aset di bawah tetap berperiode Juni 2026.
Pertumbuhan laba tetap positif, dengan pendanaan dan impairment yang perlu dipantau. Evaluasi apakah pertumbuhan fee dan efisiensi berlanjut pada laporan berikutnya sebelum menarik kesimpulan tentang daya tahan laba jangka panjang.
LAR Coverage and NPL Coverage are shown as different risk metrics.
Modul ini sengaja mengutamakan kualitas disclosure dibanding kelengkapan semu. Angka FY25 atau Q1 tidak dibawa ke 1H26 apabila tidak dapat diverifikasi untuk posisi 30 Juni 2026 dengan basis yang sebanding.
| Bank | Basis / period | LAR | LAR Coverage | Gross NPL | NPL Coverage | Source |
|---|---|---|---|---|---|---|
| BBCABank Central Asia | Consolidated / 1H26 | 4.9%ReportedOfficial 1H26 release | 69.0%Reported2Q26 current-result analyst cross-check | 1.9%ReportedOfficial 1H26 release | UndisclosedNo single high-confidence 1H26 figure used | BCA 1H26Coverage cross-check in DATA_SOURCES.md |
| BMRIBank Mandiri | Bank-only / Jun 2026 | 5.83%ReportedManagement disclosure | ≈40.7%Derived242% × 0.98% ÷ 5.83% | 0.98%ReportedBank-only | 242.0%ReportedBank-only NPL coverage | 1H26 asset qualityDerived ratio reconciles to ~41% analyst result |
| BBNIBank Negara Indonesia | Bank-only asset quality / 1H26 | 8.1%ReportedOfficial BNI 1H26 disclosure | 47.4%Research-reportedNHKSI 13 Aug 2026 · Source: BBNI, NHKSI Research | 1.9%ReportedOfficial BNI 1H26 disclosure | UndisclosedNo forced estimate in this update | BNI 1H26LAR Coverage cross-check: NH Korindo Sekuritas 1H26 report, 13 Aug 2026 |
| BNGACIMB Niaga | Consolidated / 30 Jun 2026 | ≈6.4%ManagementIncluding remaining Covid restructuring · ≈5.2% ex-Covid | ≈42.4%DerivedCKPN Rp6.435 T ÷ (gross loans Rp237.322 T × LAR 6.4%) | 1.83%ReportedReviewed 1H26 financial report | UndisclosedNPL scope includes consumer-finance receivables; loan-only CKPN is not forced into this ratio | Reviewed 1H26 FSLAR management disclosure documented in DATA_SOURCES.md |
| NISPOCBC Indonesia | Consolidated / 1H26 | 4.8%ReportedOfficial 1H26 release | ≈91.0%Derived230.0% × 1.9% ÷ 4.8% · rounded-input estimate | 1.9%ReportedOfficial 1H26 release | 230.0%ReportedOfficial NPL provision coverage | OCBC 1H26Derived LAR coverage uses the same-provision-pool assumption |
CKPN kredit ÷ nominal LAR × 100%
Jika nominal LAR tidak dipublikasikan: nominal LAR ≈ gross loans × LAR ratio. Jika NPL Coverage, NPL dan LAR menggunakan pool pencadangan yang sama, rasio juga dapat diturunkan dengan NPL Coverage × NPL% ÷ LAR%.