Daily valuation · reported fundamentals · investment insights

Bank fundamentals, valuation bands, and actionable analysis.

Analisis kelima emiten bank portofolio berdasarkan laporan bulanan individual Agustus 2026 dengan pembanding Agustus 2025, valuasi tiga tahun, serta kualitas aset 1H26.

Back to overview
Banks tracked5

BBCA, BMRI, BBNI, BNGA, NISP

Lowest disclosed LAR4.8%

NISP / OCBC Indonesia · 1H26

Monthly dataAug 2026

All five banks through August

PolicyNo guessing

Stale or non-comparable ratios are not carried forward

Daily valuation · three-year history

P/E Ratio Band and P/BV Band

Pilih masing-masing emiten atau agregat portofolio. Bobot agregat mengikuti market value harian dari jumlah saham pada portofolio Anda.

Loading daily data
Latest price date—
Current P/E—Waiting for data
Three-year mean P/E—Waiting for data
Current P/BV—Waiting for data
Three-year mean P/BV—Waiting for data

P/E Ratio Band · annual earnings basis

P/BV Band · year-end equity basis

Metodologi: rasio memakai laba bersih FY dan ekuitas akhir tahun terbaru yang sudah tersedia, dengan lag konservatif 90 hari setelah tahun buku agar tidak terjadi look-ahead bias. P/E dan P/BV agregat dihitung secara harmonic berdasarkan market value harian—setara dengan total nilai posisi dibagi laba atau nilai buku yang menjadi porsi portofolio. Harga dapat tertunda dan rasio ini berbasis FY, bukan trailing twelve months.
Monthly momentum

Loans and year-to-date net profit

2025 vs 2026

Loans · Rp trillion

YTD net profit · Rp trillion

Monthly matrix

Underlying bank-individual series

YoY comparison
BankMetricJanFebMarAprMayJunJulAug

BBCA individual-bank monthly · 31 August 2026

BBCA: laba Agustus menguat dan CASA naik, sementara pertumbuhan NII masih tertinggal dari kredit.

Basis bank individual: posisi 31 Agustus 2026 vs 31 Agustus 2025; laba rugi kumulatif Januari–Agustus. Angka kualitas aset 1H26 tetap ditampilkan terpisah.

Latest monthly
Jan–Aug net profitRp40.17 T+2.9% YoY
LoansRp1,017.71 T+10.5% YoY
Net interest incomeRp53.82 T+1.3% YoY
Customer depositsRp1,256.83 T+8.3% YoY · derived CASA 85.5%
Total assetsRp1,596.96 T
Total equityRp268.85 T
Fee & admin incomeRp13.59 T
Derived LDR80.97%
Impairment expenseRp2.17 T

Laba khusus Agustus membaik. Laba Jan–Agustus Rp40,17 T naik 2,9% YoY. Selisih terhadap seri Juli menghasilkan laba Agustus Rp4,92 T, naik 13,1% dari Rp4,35 T pada Agustus 2025; pertumbuhan laba YTD pun meningkat dari 1,6% pada Juli.

Kredit tumbuh lebih cepat daripada pendapatan bunga bersih. Kredit Rp1.017,71 T naik 10,5% YoY dan 1,68% dari Juli 2026, sedangkan NII hanya naik 1,3%. Fee dan administrasi naik 7,7%, gabungan beban tenaga kerja, promosi, dan beban lainnya naik 4,0%, sementara beban impairment turun 18,6%. Laporan bulanan tidak mengungkap NIM, sehingga penyebab selisih pertumbuhan NII dan kredit belum dapat dipastikan.

Komposisi pendanaan menguat. DPK naik 8,3% YoY dan derived CASA meningkat 1,92 poin persentase ke 85,47%. Karena kredit tumbuh lebih cepat daripada DPK, derived LDR naik dari 79,38% menjadi 80,97%; rasio ini hanya kredit ÷ giro, tabungan, dan deposito, bukan rasio likuiditas regulator.

Kualitas aset Agustus belum dapat disimpulkan dari laporan ini. Beban impairment adalah arus laba rugi YTD, sedangkan CKPN kredit merupakan saldo neraca. Rasio NPL dan LAR Agustus tidak diungkap; panel kualitas aset di bawah tetap memakai periode Juni 2026.

Fokus pemantauan: apakah perbaikan laba khusus Agustus berlanjut, serta apakah pertumbuhan NII dan DPK mulai mengejar laju kredit pada laporan berikutnya.
Monitor

Momentum laba membaik, tetapi konversi pertumbuhan kredit ke NII masih perlu dikonfirmasi. Laporan bulanan ini mendukung pemantauan tren operasional, namun belum cukup untuk menetapkan target harga atau keputusan tambah posisi.

BMRI individual-bank monthly · 31 August 2026

BMRI: laba YTD naik 22,3%, tetapi momentum Agustus melambat dan porsi CASA turun.

Basis bank individual: posisi 31 Agustus 2026 vs 31 Agustus 2025; laba rugi kumulatif Januari–Agustus. Perbandingan bulanan menggunakan seri Juli individual yang tersedia di situs.

Latest monthly
Jan–Aug net profitRp37.49 T+22.3% YoY
LoansRp1,592.20 T+17.6% YoY
Net interest incomeRp54.84 T+7.2% YoY
Customer depositsRp1,687.22 T+17.6% YoY · derived CASA 70.3%
Total assetsRp2,358.54 T
Total equityRp262.71 T
Time depositsRp501.44 T
Derived LDR94.37%
Comprehensive incomeRp35.56 T

Pertumbuhan laba ditopang pendapatan dan pengurangan beban. Laba Jan–Agustus Rp37,49 T naik 22,3% YoY. NII naik 7,2% ke Rp54,84 T dan fee/administrasi naik 22,0% ke Rp15,53 T. Gabungan beban tenaga kerja, promosi, dan beban lainnya turun 9,3% dari Rp31,92 T ke Rp28,94 T; penurunan beban promosi menyumbang Rp1,80 T dari penghematan Rp2,98 T tersebut. Keberlanjutan penurunan beban ini perlu dipantau.

Agustus sendiri tumbuh lebih lambat daripada angka YTD. Selisih laba Jan–Agustus dengan Jan–Juli menghasilkan laba khusus Agustus Rp4,47 T, naik 10,0% dari Rp4,07 T pada Agustus 2025. Pertumbuhan laba YTD melambat dari 24,2% pada Juli menjadi 22,3%. Kredit Rp1.592,20 T masih naik 17,6% YoY, tetapi turun 0,23% dari Juli 2026.

Pendanaan lebih bergantung pada deposito berjangka. DPK naik 17,6% YoY; giro dan tabungan secara nominal naik 8,2%, sedangkan deposito berjangka naik 47,8%. Akibatnya derived CASA turun 6,08 poin persentase dari 76,36% ke 70,28%. Derived LDR sebesar 94,37% hampir sama dengan 94,30% pada Agustus 2025, dan turun dari sekitar 94,76% pada Juli 2026. Rasio ini dihitung sebagai kredit ÷ (giro + tabungan + deposito), bukan ukuran kepatuhan terhadap batas likuiditas regulator.

Beban impairment naik, tetapi kualitas kredit Agustus belum dapat disimpulkan. Beban impairment seluruh aset keuangan naik 23,6% ke Rp5,55 T. Saldo CKPN kredit Rp37,98 T adalah pos neraca yang berbeda dari beban impairment tersebut. Laporan ini tidak mengungkap rasio NPL, LAR, atau NIM Agustus; angka kualitas aset 1H26 di bawah tetap berperiode Juni.

Dividen Kas Mendatang (02 Okt 2026): Bank Mandiri membagikan dividen kas sebesar Rp66 per saham dengan payment date 02 Oktober 2026. Untuk posisi portofolio 392 lot (39.200 lembar), estimasi dividen yang diterima adalah Rp2.587.200 (kontribusi return portofolio +0,32%).

Fokus pemantauan: pertumbuhan laba bulanan, keberlanjutan penghematan biaya, komposisi DPK, dan beban impairment. Pergeseran pendanaan ke deposito berjangka dapat memengaruhi biaya dana, tetapi dampaknya terhadap NIM belum dapat dihitung dari dua laporan ini.
Monitor

Laba masih tumbuh, dengan momentum yang lebih moderat. Evaluasi laporan berikutnya untuk melihat apakah fee dan pengendalian biaya mampu mempertahankan pertumbuhan laba saat porsi CASA menurun. Laporan bulanan ini belum cukup untuk menetapkan target harga atau keputusan tambah posisi.

BBNI individual-bank monthly · 31 August 2026

BBNI: kredit dan DPK tetap tumbuh tinggi, laba Agustus menguat, tetapi porsi CASA turun.

Basis bank individual: posisi 31 Agustus 2026 vs 31 Agustus 2025; laba rugi kumulatif Januari–Agustus. Angka kualitas aset 1H26 tetap ditampilkan terpisah.

Latest monthly
Jan–Aug net profitRp14.33 T+6.9% YoY
LoansRp977.17 T+27.1% YoY
Net interest incomeRp28.88 T+14.3% YoY
Customer depositsRp1,124.72 T+29.4% YoY · derived CASA 65.3%
Total assetsRp1,434.12 T
Total equityRp165.19 T
Fee & admin incomeRp7.47 T
Derived LDR86.88%
Impairment expenseRp5.93 T

Laba khusus Agustus tumbuh lebih cepat daripada angka YTD. Laba Jan–Agustus Rp14,33 T naik 6,9% YoY. Selisih terhadap seri Juli menghasilkan laba Agustus Rp1,80 T, naik 17,4% dari Rp1,53 T pada Agustus 2025; pertumbuhan laba YTD meningkat dari 5,5% pada Juli.

Kredit tetap ekspansif. Kredit Rp977,17 T naik 27,1% YoY dan 0,75% dari Juli 2026. NII naik 14,3% dan fee/administrasi naik 11,6%, tetapi keduanya tumbuh lebih lambat daripada kredit. Laporan bulanan tidak mengungkap NIM atau pendorong per segmen, sehingga selisih laju pertumbuhan tersebut tidak diberi atribusi yang belum terverifikasi.

DPK mengimbangi ekspansi kredit, namun baurannya bergeser. DPK naik 29,4% YoY, lebih cepat daripada kredit, sehingga derived LDR turun dari 88,43% menjadi 86,88%. CASA nominal naik 16,4%, tetapi deposito berjangka naik 63,7%; akibatnya derived CASA turun 7,27 poin persentase ke 65,33%.

Beban impairment naik sejalan dengan kredit. Beban impairment aset keuangan naik 26,9%, hampir sama dengan pertumbuhan kredit 27,1%, sedangkan saldo CKPN kredit naik 3,4%. Angka ini tidak cukup untuk menyimpulkan tren NPL atau LAR Agustus; panel kualitas aset di bawah tetap memakai periode Juni 2026.

Fokus pemantauan: keberlanjutan pertumbuhan laba bulanan, kemampuan NII mengejar pertumbuhan kredit, komposisi CASA–deposito, dan perkembangan beban impairment.
Monitor

Volume dan laba tumbuh, dengan kualitas pertumbuhan yang masih perlu diuji. DPK yang lebih cepat daripada kredit membantu derived LDR, tetapi pergeseran ke deposito berjangka dan selisih pertumbuhan NII tetap perlu dipantau sebelum menarik kesimpulan investasi.

BNGA individual-bank monthly · 31 August 2026

BNGA: laba Agustus membaik, tetapi laba YTD dan NII masih turun.

Basis bank individual: posisi 31 Agustus 2026 vs 31 Agustus 2025; laba rugi kumulatif Januari–Agustus. Kredit konvensional dan pembiayaan syariah ditampilkan terpisah.

Latest monthly
Jan–Aug net profitRp3.95 T-6.7% YoY
Conventional loansRp178.41 T+11.4% YoY
Net interest incomeRp7.92 T-1.3% YoY
Customer depositsRp268.61 T+1.8% YoY · derived CASA 72.2%
Sharia financingRp50.03 T
Total assetsRp368.93 T
Fee & admin incomeRp1.86 T
Derived loans / deposits66.42%
Impairment expenseRp1.11 T

Laba khusus Agustus tumbuh 13,8% YoY. Selisih laba Jan–Agustus terhadap Jan–Juli menghasilkan Rp494,12 miliar, dibanding Rp434,21 miliar pada Agustus 2025. Laba YTD Rp3,95 T masih turun 6,7%, tetapi penurunannya menyempit dari 9,1% pada Juli.

Pertumbuhan total pembiayaan lebih moderat daripada kredit konvensional. Kredit konvensional naik 11,4% YoY ke Rp178,41 T, sedangkan pembiayaan syariah turun 14,7% ke Rp50,03 T. Gabungan keduanya Rp228,44 T tumbuh 4,4% YoY dan turun 0,96% dari Juli 2026. Seri grafik tetap memakai kredit konvensional agar konsisten dengan bulan sebelumnya.

Pendapatan inti masih perlu diperkuat. NII turun 1,3%, fee/administrasi naik 4,4%, gabungan beban tenaga kerja, promosi, dan beban lainnya naik 3,9%, serta beban impairment naik 43,2% ke Rp1,11 T. Kombinasi ini membebani laba YTD; rasio NIM Agustus tidak diungkap dalam laporan.

CASA membaik secara tahunan, tetapi turun dari Juli. DPK naik 1,8% YoY; derived CASA naik dari 69,20% menjadi 72,24%, dibanding sekitar 73,25% pada Juli 2026. Kredit konvensional ÷ DPK sebesar 66,42%; jika pembiayaan syariah ikut dihitung, rasionya 85,05%. Keduanya merupakan perhitungan sederhana, bukan rasio likuiditas regulator.

Penurunan CKPN perlu penjelasan tambahan. Saldo CKPN kredit dan pembiayaan syariah turun 61,1% YoY ke Rp3,85 T, sementara beban impairment YTD naik. Saldo neraca dan beban laba rugi adalah metrik berbeda; dua laporan ini tidak menjelaskan rekonsiliasi perubahan CKPN atau mengungkap NPL/LAR Agustus.

Fokus pemantauan: keberlanjutan perbaikan laba bulanan, pemulihan NII, pertumbuhan total pembiayaan, dan penjelasan perubahan CKPN. Panel kualitas aset di bawah tetap berperiode Juni 2026.
Monitor

Momentum Agustus membaik, dengan laba YTD yang masih tertekan. Konfirmasi tren NII, impairment, dan kualitas aset pada laporan berikutnya sebelum menyimpulkan bahwa pemulihan sudah berkelanjutan.

NISP individual-bank monthly · 31 August 2026

OCBC Indonesia: fee dan efisiensi menopang laba, sementara kredit tumbuh lebih cepat daripada DPK.

Basis bank individual: posisi 31 Agustus 2026 vs 31 Agustus 2025; laba rugi kumulatif Januari–Agustus. Kredit konvensional dan pembiayaan syariah ditampilkan terpisah.

Latest monthly
Jan–Aug net profitRp3.66 T+6.6% YoY
Conventional loansRp184.98 T+18.8% YoY
Net interest incomeRp7.79 T+7.4% YoY
Customer depositsRp246.79 T+9.4% YoY · derived CASA 56.7%
Sharia financingRp5.33 T
Total assetsRp336.96 T
Total equityRp45.75 T
Derived loans / deposits74.95%
Impairment expenseRp0.58 T

Laba masih tumbuh, dengan momentum bulanan yang lebih moderat. Laba Jan–Agustus Rp3,66 T naik 6,6% YoY. Selisih terhadap Jan–Juli menghasilkan laba khusus Agustus Rp448,92 miliar, naik 5,2% dari Rp426,77 miliar pada Agustus 2025. Pertumbuhan laba YTD sedikit melambat dari 6,8% pada Juli.

Fee dan pengendalian biaya membantu menahan kenaikan impairment. NII naik 7,4%, fee/administrasi naik 49,4% ke Rp1,03 T, dan gabungan beban tenaga kerja, promosi, serta beban lainnya turun 3,0%. Sebaliknya, impairment naik 268,5% dari Rp157,95 miliar ke Rp582,06 miliar; keuntungan penjualan aset keuangan juga turun dari Rp547,73 miliar ke Rp87,58 miliar.

Ekspansi kredit melampaui DPK. Kredit konvensional Rp184,98 T naik 18,8% YoY dan 0,94% dari Juli. Pembiayaan syariah turun 11,2% ke Rp5,33 T; gabungan keduanya tumbuh 17,7% YoY. DPK hanya naik 9,4%, sehingga kredit konvensional ÷ DPK naik dari 69,02% ke 74,95%; jika syariah disertakan, rasionya 77,11%. Ini merupakan rasio sederhana, bukan ukuran kepatuhan likuiditas regulator.

CASA membaik YoY, tetapi melemah MoM. Derived CASA naik 1,54 poin persentase dari 55,19% ke 56,74%, lalu turun dibanding sekitar 58,04% pada Juli 2026. Arah tahunan dan bulanan perlu dibedakan; rasio NIM dan biaya dana Agustus tidak diungkap dalam laporan.

Impairment dan CKPN memberi informasi yang berbeda. Saldo CKPN kredit dan syariah Rp7,92 T turun 1,2% YoY meskipun beban impairment meningkat. Laporan ini belum cukup untuk menyimpulkan tren NPL atau LAR Agustus; panel kualitas aset di bawah tetap berperiode Juni 2026.

Fokus pemantauan: kemampuan pendanaan mengejar pertumbuhan kredit, tren CASA bulanan, keberlanjutan fee dan efisiensi, serta perkembangan impairment dari basis tahun lalu yang rendah.
Monitor

Pertumbuhan laba tetap positif, dengan pendanaan dan impairment yang perlu dipantau. Evaluasi apakah pertumbuhan fee dan efisiensi berlanjut pada laporan berikutnya sebelum menarik kesimpulan tentang daya tahan laba jangka panjang.


Asset quality · 1H26 comparable snapshot

LAR Coverage and NPL Coverage are shown as different risk metrics.

Modul ini sengaja mengutamakan kualitas disclosure dibanding kelengkapan semu. Angka FY25 atau Q1 tidak dibawa ke 1H26 apabila tidak dapat diverifikasi untuk posisi 30 Juni 2026 dengan basis yang sebanding.

LAR is a broader stressed-loan pool than NPL. LAR Coverage mengukur pencadangan terhadap kelompok risiko yang lebih luas tersebut. NPL Coverage mengukur pencadangan terhadap NPL sehingga nilainya dapat jauh lebih tinggi. Kedua rasio ini tidak boleh dipertukarkan.
BankBasis / periodLARLAR CoverageGross NPLNPL CoverageSource
BBCABank Central AsiaConsolidated / 1H26 4.9%ReportedOfficial 1H26 release 69.0%Reported2Q26 current-result analyst cross-check 1.9%ReportedOfficial 1H26 release UndisclosedNo single high-confidence 1H26 figure used BCA 1H26Coverage cross-check in DATA_SOURCES.md
BMRIBank MandiriBank-only / Jun 2026 5.83%ReportedManagement disclosure ≈40.7%Derived242% × 0.98% ÷ 5.83% 0.98%ReportedBank-only 242.0%ReportedBank-only NPL coverage 1H26 asset qualityDerived ratio reconciles to ~41% analyst result
BBNIBank Negara IndonesiaBank-only asset quality / 1H26 8.1%ReportedOfficial BNI 1H26 disclosure 47.4%Research-reportedNHKSI 13 Aug 2026 · Source: BBNI, NHKSI Research 1.9%ReportedOfficial BNI 1H26 disclosure UndisclosedNo forced estimate in this update BNI 1H26LAR Coverage cross-check: NH Korindo Sekuritas 1H26 report, 13 Aug 2026
BNGACIMB NiagaConsolidated / 30 Jun 2026 ≈6.4%ManagementIncluding remaining Covid restructuring · ≈5.2% ex-Covid ≈42.4%DerivedCKPN Rp6.435 T ÷ (gross loans Rp237.322 T × LAR 6.4%) 1.83%ReportedReviewed 1H26 financial report UndisclosedNPL scope includes consumer-finance receivables; loan-only CKPN is not forced into this ratio Reviewed 1H26 FSLAR management disclosure documented in DATA_SOURCES.md
NISPOCBC IndonesiaConsolidated / 1H26 4.8%ReportedOfficial 1H26 release ≈91.0%Derived230.0% × 1.9% ÷ 4.8% · rounded-input estimate 1.9%ReportedOfficial 1H26 release 230.0%ReportedOfficial NPL provision coverage OCBC 1H26Derived LAR coverage uses the same-provision-pool assumption
Rumus Derived LAR Coverage CKPN kredit ÷ nominal LAR × 100% Jika nominal LAR tidak dipublikasikan: nominal LAR ≈ gross loans × LAR ratio. Jika NPL Coverage, NPL dan LAR menggunakan pool pencadangan yang sama, rasio juga dapat diturunkan dengan NPL Coverage × NPL% ÷ LAR%.
Tampilkan catatan metodologi per bank
BBCA: LAR 4,9% dan gross NPL 1,9% berasal dari rilis resmi 1H26. LAR Coverage 69% berasal dari hasil 2Q26 yang dilaporkan analis dan konsisten dengan tren presentasi BCA. NPL Coverage tetap Undisclosed karena angka current-period yang dapat diakses belum cukup konsisten.
BMRI: basis dibuat bank-only agar LAR 5,83%, gross NPL 0,98%, dan NPL Coverage 242% tetap sejalan. Derived LAR Coverage = 242% × 0,98% ÷ 5,83% = sekitar 40,7%, sangat dekat dengan angka 41% pada laporan analis 2Q26.
BBNI: LAR 8,1% dan gross NPL 1,9% dikonfirmasi rilis resmi BNI 1H26. LAR Coverage 47,4% berasal dari NH Korindo Sekuritas Indonesia Update Report 13 Agustus 2026 yang mencantumkan "Source: BBNI, NHKSI Research". Karena bukan hasil kalkulasi saya, statusnya Research-reported, bukan Derived.
BNGA: Presiden Direktur CIMB Niaga menyebut LAR 1H26 sekitar 6,4% termasuk sisa restrukturisasi Covid dan 5,2% ex-Covid. Laporan konsolidasian yang direviu mencatat gross loans Rp237,322 T dan CKPN kredit konvensional+syariah Rp6,435 T. Derived LAR Coverage broad = 6,435 ÷ (237,322 × 6,4%) = sekitar 42,4%. Ini adalah estimasi, bukan rasio yang dilaporkan langsung BNGA.
NISP: OCBC mengungkapkan LAR 4,8%, gross NPL 1,9%, dan NPL provision coverage 230,0%. Dengan asumsi numerator provision yang sama, Derived LAR Coverage ≈ 230,0% × 1,9% ÷ 4,8% = 91,0%. Karena input rasio dibulatkan, hasil ditampilkan dengan tanda ≈.
⚠ Disclaimer — Bukan Rekomendasi Investasi Profesional Seluruh analisis, insight, dan rekomendasi pada halaman ini merupakan catatan pribadi pemilik portofolio berdasarkan data laporan keuangan bulanan dan kualitas aset 1H26. Ini bukan nasihat investasi profesional, riset sekuritas, atau ajakan transaksi. Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Data dapat mengandung kesalahan baca atau interpretasi. Selalu lakukan analisis independen dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum mengambil keputusan investasi.